Kalkulator Profit Opsi
Hitung profit, loss, harga break-even, kerugian maksimum, dan return untuk opsi call dan put saat kedaluwarsa.
Hanya estimasi edukatif. Kalkulator ini memodelkan payoff saat kedaluwarsa dan tidak mencakup biaya, pajak, risiko assignment, likuiditas, exercise lebih awal, atau perubahan implied volatility. Ini bukan nasihat trading, investasi, pajak, atau hukum.
Total Premi: 5 × 100 = $500,00
Nilai Intrinsik: max(0, 110 - 100) = $10,00
Laba / Rugi: $1.000,00 - $500,00 = $500,00
Cara Kerja Perhitungan Laba Opsi
Opsi memberi Anda hak (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual saham pada harga tertentu (harga strike) sebelum atau saat kedaluwarsa. Opsi call untung ketika saham naik, sedangkan opsi put untung ketika saham turun. Premi adalah harga yang Anda bayar untuk membeli opsi - ini mewakili kerugian maksimum Anda jika Anda adalah pembeli.
Untuk long call, laba Anda saat kedaluwarsa adalah: max(0, Harga Saham − Harga Strike) x 100 saham per kontrak, dikurangi premi yang dibayar. Untuk long put: max(0, Harga Strike − Harga Saham) x 100 − premi. Posisi short (menjual opsi) membalik ini: Anda menerima premi di awal tetapi menanggung kewajiban. Short call memiliki risiko teoritis tidak terbatas jika saham naik.
Harga break-even adalah titik ketika laba Anda sama dengan nol. Untuk call, nilainya adalah harga strike ditambah premi; untuk put, harga strike dikurangi premi. Opsi adalah instrumen berleverage - pergerakan harga kecil dapat menghasilkan imbal hasil persentase besar (atau kerugian). Untuk perhitungan investasi saham, lihat kalkulator investasi, atau untuk pendapatan dividen, coba kalkulator dividen.
Cara menghitung imbal hasil: untuk opsi yang dibeli (long), imbal hasil = laba / rugi ÷ premi yang dibayar. Untuk short put, imbal hasil = laba / rugi ÷ rugi maksimum, yaitu (harga strike − premi) × 100 × jumlah kontrak, kerugian jika saham turun ke nol. Rugi maksimum short call tidak terbatas, sehingga imbal hasilnya dihitung dari premi yang diterima (laba / rugi ÷ premi yang diterima); anggap hanya sebagai acuan karena tidak mencerminkan margin atau risiko yang sebenarnya.